HUBUNGAN SESAMA MUSLIM

Oleh : Fikri/1j (kader LDK KMM STKS Bandung 2013)

Topik yang sekarang ini akan kita bahas sangat menarik sekali. Tahukah kalian? Bahwa hubungan dengan sesama manusia masih menjadi problematika umum dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dimana manusia tidak sanggup untuk hidup sendiri. Ketika kita berbicara tentang hubungan sesama muslim, pasti akan terbesit sebuah Hadits yang diriwatkan dari Abu Hurairah. Dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda:

‘Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah, dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Musim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Takwa itu di sini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang Muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim yang lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.”’ (HR. Muslim)

Tahukah kalian akan Hadits tersebut? Mungkin memang sulit jika kita menafsirkannya sendiri, malah bisa jadi kita akan salah dalam menafsirkannya. Saya akan membantu menafsirkan sesuai yang dituliskan dalam sebuah buku yang berjudul Syarah Hadits Arba’in Imam Nawawi oleh Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin.

Secara garis besar, kita sebagai manusia terutama umat Muslim diwajibkan untuk tidak saling mendengki  satu sama lain. Tidak juga untuk hasad. Apa itu hasad? Hasad adalah membenci nikmat Allah yang ada pada orang lain, meskipun tidak mengharapkan nikmat tersebut lenyap. Dijelaskan pula untuk tidak menawar jika dengan maksud bukan untuk membeli, tapi agar orang lain menawar lebih tinggi.

Dalam hadits tersebut kita juga diwajiban untuk melakukan hal yang mengakibatkan kebencian, misalkan menyepelekan orang dan bertingkah semena-mena sehingga menimbulkan kezaliman. Karena kita, umat muslim adalah saudara dari umat muslim yang lain. Kita harus saling tolong menolong dan menjauhkan diri dari perbuatan dusta. Semua itu kembali pada usaha kita sebagaimana kita untuk takwa kepada Allah. Letak takwa adalah di dalam hati karena hati merupakan pusat kontrol seluruh anggota badan.

Sungguh sempurna sekali agama yang kita anut ini. Segala kebimbangan kita telah terjawab oleh kitab Al-Qur’an dan juga Hadits yang jelas sumbernya. Hubungan sesama Muslim pun ada dalam bahasan Islam. Oleh karena itu, begitu beruntungnya kita sebagai umat Islam yang selalu berada dalam jalan-Nya.

Sumber : Syarah Hadits Arba’in Imam Nawawi oleh Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: