KMM says “NO” to RUU Ormas

RUU Ormas kian mendekati pengesahannya. Seharusnya hari ini (09/04/13) merupakan keputusan akhir dari tim legislasi untuk pengesahan RUU Ormas ini. Namun DPR merubah jadwal menjadi 12 April 2013. Walaupun demikian, penolakan terhadap keberadaan RUU Ormas tidak henti-hentinya datang dari berbagai ormas di Indonesia sejak beberapa minggu kebelakang, seperti Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammadiyah, PUI, Perindo dan sebagainya.

Bahkan Aliansi Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Bandung Raya di Gedung Sate, kota Bandung pada hari jumat (05/04/13) lalu menggelar aksi guna menyuarakan penolakan terhadap RUU Ormas.

Penolakan terhadap RUU Ormas juga dilakukan oleh BKLDK (Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus). BKLDK merupakan salah satu lembaga koordinasi yang menaungi seluruh LDK (Lembaga Dakwah Kampus) di Indonesia. Aksi penolakan dilakukan dengan memberikan edukasi kepada mahasiswa yang ada di kampus-kampus kota Bandung. Hal ini mengingat bahwa mahasiswa sebagai garda terdepan untuk dapat bertindak kritis setiap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Aksi ini melibatkan LDK-LDK yang tersebar di Kota Bandung.

LDK KMM STKS Bandung merupakan bagian dari BKLDK Bandung Raya. Bahkan pada tahun ini, LDK KMM mendapatkan kehormatan menjadi koordinator daerah Bandung Raya. Sebagai bagian dari BKLDK, LDK KMM STKS pun menyatakan hal serupa yakni menolak keberadaan RUU Ormas. Keberadaan RUU Ormas ini apabila disahkan dinilai akan sangat membahayakan bagi kaum muslim.

DSCN1469

Beberapa bahaya dari RUU Ormas ini adalah pemaksaan asas tunggal Pancasila (Pasal 2 RUU Ormas) dan potensi untuk membungkam sikap kritis Ormas (Pasal 7 RUU Ormas) yang selama ini aktif dalam mengkritik pemerintah. Dengan lahirnya undang-undang ini akan membungkam sikap kritis umat khususnya Ormas terhadap kezhaliman pemerintah dalam mengambil kebijakan berkaitan dengan urusan rakyat. Lebih jauh lagi akan mengembalikan kembali represi ala orde baru, yakni melahirkan sikap represif pemerintah terhadap rakyat. Bahaya lainnya, nasib semua ormas ada di tangan pemerintah (Pasal 58, Pasal 61, dan Pasal 62 RUU Ormas). Artinya pemerintah menjadi pengontrol penuh atas ormas-ormas yang ada di negeri ini. Dipastikan hal ini akan menjadi alat politik pemerintah untuk mengontrol penuh terhadap ormas yang tidak selaras dan menjadi penghalang bagi kehendak pemerintah.

Bentuk penolakan LDK KMM STKS dilakukan melalui aksi yakni “silent action”. Aksi penolakan ini dilakukan melalui penyebaran lembar pernyataan sikap BKLDK terhadap RUU Ormas.  Aksi ini dilakukan pada hari selasa (09/04/13) pukul 09.00 WIB merupakan bentuk kontribusi nyata dari LDK KMM untuk terus mendakwahkan Islam ke tengah-tengah mahasiswa STKS.

Beberapa pengurus LDK KMM membagikan pernyataan sikap BKLDK di beberapa titik keramaian yang ada di STKS seperti depan Masjid Al Ihsan STKS, kedua gerbang STKS, dan foodcourt. Beberapa mahasiswa begitu antusias menerima selembaran (Pernyataan Sikap BKLDK). Tidak hanya mahasiswa bahkan dari pihak lembaga STKS pun memberikan respon yang baik atas usaha yang dilakukan oleh LDK KMM Bandung.

 DSCN1479

Pernyataan sikap BKLDK terhadap RUU Ormas :

1.   Menolak RUU Ormas untuk dibahas dan disahkan oleh dewan perwakilan rakyat. Karena keberadaan RUU ini tidak lebih melahirkan pemerintahan anti kritik serta lahirnya kekuasaan yang represif dan diktator.

2.   Kepada seluruh elemen mahasiswa untuk tetap melakukan bentuk pengawasan, pengontrolan dan melakukan pengajaran politik kepada lingkungan kampus dan masyarakat tentang kedewasaan dan kematangan berpikir. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang bersifat menindas, sewenang-sewenang dan dzhalim harus terus dikritisi, dan mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjadi agen perubahan.

3.   Menyerukan kepada seluruh ummat, untuk berjuang dan menegakkan islam sebagai jalan dan solusi utama permasalahan bangsa. Maka tidak bisa tidak perjuangan penegakan syariah dan khilafah adalah satu paket yang harus diusung bersama demi menghadirkan kehidupan dunia yang penuh keberkahan dan keadilan. Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal mawla wa ni’man nashiir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: