KAJIAN IKHWAN

Waktu dan tempat        :Tanggal 02 april 2013 Pukul 16.00 wib di Masjid AL-IHSAN STKS Lt.2

Materi                             :Sistem Pergaulan Islam (an-nizham al iztima’i)

Pemateri                        :Akhi Danu Maulid Efendi

Peserta :

  1. Nafi’ gilang hikari
  2. Nurdin soga
  3. Ricky kafabillah
  4. Ikhlas
  5. Khairil
  6. Ruman syafuddin
  7. Ananta

Isi materi

1. Definisi

An-nizham Al Ijtima’i adalah sebagai sebuah sistem yang mengatur pergaulan pria dan wanita atau sebaliknya, dan mengatur hubungan yang timbul akibat pergaulan tersebut, serta segala sesuatu yang menyangkut hubungan tersebut.

2. Kaidah Hukum Syara’

“Hukum asal kehidupan laki-laki dan perempuan adalah terpisah (infishal)”

  • Tempat Umum è tidak perlu meminta izin untuk memasukinya. contoh: Masjid, pasar, sekolah, kampus,dll.
  •  Tempat Khusus è harus meminta izin untuk memasukinya .contoh: Rumah, mobil pribadi, kamar tidur, kamar mandi, dll

Boleh berinteraksi jika ada mahromnya dari pihak wanita.

“mahrom”  adalah orang yang haram untuk dinikahi

Interaksi yang diperbolehkan :

  1. Pendidikan
  2. Perdagangan/jual-beli (muamalah)
  3. Perburuhan/Pekerjaan
  4. Peradilan
  5. Kesehatan

Syaratnya barus di tempat umum

1. Larangan

Pertama, tabarruj  adalah perbuatan menunjukkan perhiasan dan kecantikan dihadapan pria asing.

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (TQS. al-Ahzab: 33).

Kedua, Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua-duaan), kecuali disertai mahram dari pihak wanita.

Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas ra : Aku pernah mendengar Nabi saw bersabda :” Jangan sekali-kali seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya.” (THR. Bukhari, dalam kitab Haji, hadits nomor 1729).

Ketiga, Islam melarang wanita untuk keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya.

Ibnu Bathathah telah menuturkan dalam sebuah riwayat dalam kitab Ahkam an-Nisaa yang bersumber dari penuturan Anas ra. Disebutkan bahwa: “ada seorang laki-laki yang berpergian seraya melarang istrinya keluar rumah. Kemudian dikabarkan bahwa ayah wanita itu sakit. Wanita itu lantas meminta izin kepada Rasulullah saw agar dibolehkan menjenguk ayahnya. Rasulullah saw kemudian menjawab: “Hendaklah engkau takut kepada Allah dan janganlah engkau melanggar pesan suamimu.”Tidak lama kemudian ayahnya meninggal dan wanita itu pun kembali minta izin kepada Rasulullah saw agar diperbolehkan melayat zenajah ayahnya. Mendengar permintaan itu, beliau kembali bersabda: “Hendaklah engkau takut kepada Allah dan janganlah engkau melanggar pesan suamimu.”.Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi saw: “Sungguh, Aku telah mengampuni wanita itu karena ketaatan dirinya kepada suaminya.”

Keempat, Islam melarang kaum wanita untuk melakukan safar (perjalanan) dari suatu tempat ke tempat lain lebih dari tiga hari, kecuali jika disertai dengan mahrom-nya. Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri ra : Rasulullah saw bersabda: “Haram bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat bepergian lebih dari tiga hari kecuali bersama ayah, anak laki-laki, suami, saudara lelaki atau siapa saja yang termasuk mahramnya .” (THR. Bukhari, dalam kitab Haji, hadits nomor 1731).

2. Perintah

Pertama, Islam telah memerintahkan kepada kaum pria dan wanita agar bertaqwa kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (TQS. al-Ahzab: 70).

“Dan bertakwalah kamu (hai isteri-isteri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (TQS. al-Ahzab: 55).

Kedua, setiap  wanita  yang  akan  keluar  rumah  atau  berhadapan  dengan  pria  asing diwajibkan untuk menutup aurat dengan pakaian sempurna, yaitu pakaian yang terdiri dari jilbab dan kerudung (khimar).

Sebagaimana firman Allah SWT :

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (TQS. al-Ahzab: 59).

“Hendaklah mereka menutupkan kerudung (khimar) ke bagian dada mereka.” (TQS.  an-Nuur: 31).

Ketiga, Islam telah memerintahkan kepada manusia, baik pria maupun wanita untuk menundukkan pandangan.

Sebagaimana firman Allah SWT :

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (TQS. an-Nuur: 30).

Keempat, Islam telah memerintahkan kepada kaum pria dan wanita agar menjauhi perkara-perkara syubhat (meragukan), menganjurkan kepada mereka untuk bersikap hati-hati agar tidak tergelincir ke dalam perbuatan maksiat kepada Allah SWT, serta memerintahkan kepada mereka untuk menjauhkan diri dari aktivitas, tempat, atau kondisi apa pun yang di dalamnya terdapat perkara syubhat, agar mereka tidak terjerembab ke dalam perbuatan yang haram.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya perkara yang halal telah jelas dan perkara yang haram pun telah jelas. Akan tetapi, diantara keduanya terdapat perkara yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barang siapa yang berhati-hati terhadap perkara yang syubhat, sesungguhnya ia telah menjaga agama dan dirinya. Sebaliknya, barang siapa yang melakukan tindakan syubhat, berarti ia telah melakukan tindakan yang haram.……

Kelima, Islam mendorong para perjaka dan para gadis untuk menikah sejak munculnya gejolak seksual.

Sebagaimana firman Allah SWT :

“Orang-orang yang tidak mampu untuk menikah, hendaklah menjaga kesucian (diri)-nya hingga Allah memberikan kepada mereka kemampuan dengan karunia-Nya” (TQS. an-Nuur : 33).

Penutup

Demikian Islam mengatur interaksi pria dan wanita, aturan tersebut ditujukan agar hubungan antara keduanya menjadi produktif. Aturan tersebut dapat menjaga kehormatan, kesucian dan keberlangsungan keturunan manusia yang pada akhirnya membawa keharmonisan dan ketentraman bagi setiap masyarakat yang mengamalkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: