HUBUNGAN SESAMA MUSLIM

Oleh : Fikri/1j (kader LDK KMM STKS Bandung 2013)

Topik yang sekarang ini akan kita bahas sangat menarik sekali. Tahukah kalian? Bahwa hubungan dengan sesama manusia masih menjadi problematika umum dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dimana manusia tidak sanggup untuk hidup sendiri. Ketika kita berbicara tentang hubungan sesama muslim, pasti akan terbesit sebuah Hadits yang diriwatkan dari Abu Hurairah. Dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda:

‘Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah, dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Musim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Takwa itu di sini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang Muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim yang lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.”’ (HR. Muslim)

Tahukah kalian akan Hadits tersebut? Mungkin memang sulit jika kita menafsirkannya sendiri, malah bisa jadi kita akan salah dalam menafsirkannya. Saya akan membantu menafsirkan sesuai yang dituliskan dalam sebuah buku yang berjudul Syarah Hadits Arba’in Imam Nawawi oleh Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin.

Secara garis besar, kita sebagai manusia terutama umat Muslim diwajibkan untuk tidak saling mendengki  satu sama lain. Tidak juga untuk hasad. Apa itu hasad? Hasad adalah membenci nikmat Allah yang ada pada orang lain, meskipun tidak mengharapkan nikmat tersebut lenyap. Dijelaskan pula untuk tidak menawar jika dengan maksud bukan untuk membeli, tapi agar orang lain menawar lebih tinggi.

Dalam hadits tersebut kita juga diwajiban untuk melakukan hal yang mengakibatkan kebencian, misalkan menyepelekan orang dan bertingkah semena-mena sehingga menimbulkan kezaliman. Karena kita, umat muslim adalah saudara dari umat muslim yang lain. Kita harus saling tolong menolong dan menjauhkan diri dari perbuatan dusta. Semua itu kembali pada usaha kita sebagaimana kita untuk takwa kepada Allah. Letak takwa adalah di dalam hati karena hati merupakan pusat kontrol seluruh anggota badan.

Sungguh sempurna sekali agama yang kita anut ini. Segala kebimbangan kita telah terjawab oleh kitab Al-Qur’an dan juga Hadits yang jelas sumbernya. Hubungan sesama Muslim pun ada dalam bahasan Islam. Oleh karena itu, begitu beruntungnya kita sebagai umat Islam yang selalu berada dalam jalan-Nya.

Sumber : Syarah Hadits Arba’in Imam Nawawi oleh Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin.

“Sepenggal Kisah Cinta Aktivis Dakwah Kampus”

Bismillah…

Ada yang istimewa di acara Pelatihan Aktivis Dakwah Kampus (ADK) KMM pekan yang lalu, kegiatan yang lebih bersifat malam pengakraban antar kader, malam yang penuh kehangatan bagi pengemban dakwah kampus ini telah meninggalkan kisah indah. Sebuah romansa cinta karena Allah ta’ala.

Di malam hari setelah sesi pelatihan retorika, panitia mengadakan sesi sharing with kepala KMM. Sesi yang membahas, ‘Mau dibawa kemana KMM ini??’ ini dipandu langsung oleh Pak Kepala. Namun, sebelum sesi ini dimulai ada penyampaian materi pembuka dari sesepuh KMM angkatan 2009, Kang Adit. Beliau hendak memaparkan fakta tentang kondisi pergaulan di masyarakat saat ini, khusunya di kampus STKS. Di awal pembicaraannya, beliau bertanya kepada peserta “Pernahkah teman-teman melihat dua orang akhwat yang saling bertemu kemudian bersalaman sambil cipika-cipiki satu sama lain??” beliau menanyakan sambil memeragakan proses cipika-cipiki. “Pernah…!!!” jawab peserta antusias. “Bagaimana perasaannya??” sambung Kang Adit.  Ada yang menjawab biasa saja, wajarlah, dan ada yang mengatakan itu merupakan sunnah..

Kemudian Kang Adit melanjutkan, “Pernahkah teman-teman melihat dua ikhwan yang bertemu kemudian bersalaman sambil cium pipi kiri kanan??” ucapnya sambil mengerlingkan mata genit. “…..” peserta terdiam tapi menyimpan tawa kecil. “Kasih contoh donk..” celetuk salah seorang peserta akhwat (meureunan si Lena eta mah.. hehehe..) peserta terlihat gaduh mendengar jawaban tadi.

Kang Adit merasa speechless, hingga akhirnya ia mengajak salah seorang ikhwan untuk memeragakan proses salaman yang dimaksud, tapi beberapa langsung menghindar ke belakang. Kang Adit terlihat bernafsu untuk memeragakannya, ia memanggil Kepala KMM. Tapi tidak ada respon. Beberapa menit kemudian, Pak Kepala KMM maju ke hadapan Kang Adit dengan menggandeng Nurdin, Ketua Panitia kegiatan Pelatihan ADK.

Peristiwa yang tidak diduga pun terjadi.

Kepala KMM berdiri berhadapan dengan Nurdin dan secepat kilat mencium kening Nurdin.

Ciuman hangat, syahdu, ikhlas tanpa paksaan, dan dengan penuh kesadaran tentunya. Sontak peserta tercengang, kaget, menjerit, shock, bahkan ada yang tersedak saat mium kopi. Kang Adit sampai terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Ia beristighfar berkali-kali.

Keadaan berubah menjadi riuh, beberapa peserta tertawa, beberapa diantaranya menggeleng-geleng kepala tidak menyangka. Kang Adit mencoba menenangkan keadaan. “Ulangi lagi..!!” teriak seorang peserta akhwat (meureunan si Lena deui eta mah.. dasar. hehehe..)

Sebuah peristiwa, atau mungkin fenomena yang langka terjadi diantara kita. Tentu ciuman yang dilakukan Kepala KMM bukan ciuman syahwat. Tidak mungkin! Beliau tentu mafhum bahwa Nurdin bukanlah mahrom baginya, Nurdin bukanlah akhwat idaman Kepala KMM, bagaimana tidak, ia tidak berjilbab, ia tidak memakai kerudung, dan dia seorang laki-laki!

Selama ini, KMM melalui Kajian Ikhwan “Sistem Pergaulan Islam” tidak pernah mengajarkan agar laki-laki menjauhi perempuan dan beralih mendekati sesama laki-laki, Tidak! Ikhwan KMM bukanlah makhluq jumud yang terlalu kaku untuk berhadapan dengan akhwat, namun menyimpan rasa kepada sesama jenis. Na’udzubillah…

Oleh karenanya, kalau dilihat dengan mata batin, itulah ciuman cinta karena Allah SWT, sebuah ungkapan sayang diantara mukmin yang satu dengan yang lainnya. Kepala KMM mengerti betul dalil tentang umat muslim yang umpama satu tubuh. Bahwa berkasih sayang terhadap sesama muslim adalah ibadah, bahwa mencurahkan cinta dan benci semata-mata karena Allah ta’ala. Bahwa hidup terlalu sempit kalau ungkapan cinta, kasih, dan sayang hanya terbatas pada romansa cinta dua insan berlawanan yang di mabuk asmara.

Bahwa ungkapan cinta kepada sesama muslim juga merupakan ekspresi dari gharizah taddayun, tidak sekedar gharizah nau semata. Eratnya jabatan tangan, ikhlasnya ciuman, hangatnya pelukan bukan hanya milik sepasang suami istri. Itu hak muslim satu dengan yang lainnya. Sakitnya ikhwan satu, sakit juga ikhwan yang lain. Sedihnya ikhwan satu, sedih juga ikhwan yang lain. Bahagianya ikhwan satu, tentu bahagianya ikhwan yang lain. Karena Allah ,satu dan yang lain saling merasakan. Itulah mengapa disebut ikhwah fillah

Dalam persiapan kegiatan Pelatihan ADK, Kepala KMM mengerti benar bagaimana jungkir baliknya Nurdin dalam menyukseskan kegiatan ini, ia tahu kerja keras Nurdin yang sekuat tenaga mencurahkan segala daya upaya agar amanahnya tidak mengecewakan dan mendapat ridho Allah SWT. Ia paham, pengorbanan yang Nurdin lakukan bukan semata karena menggugurkan tugasnya saja, namun jauh dibalik itu semua terkandung niat yang ikhlas lillahi ta’ala.

Kepala KMM melihat pengorbanan yang Nurdin lakukan sesuai dengan apa yang ia harapkan. Kerja cerdas, Berjuang keras, dan Tulus ikhlas. Bahkan terkadang, Kepala KMM merasa bersalah telah memarahi Nurdin karena setitik kesalahan. Teguran dialamatkan kepadanya, lantaran Nurdin kurang pandai mengatur waktu, ia memikirkan konsep acara sampai larut malam, ia berhadapan dengan laptop sampai matanya memerah demi membuat desain pamphlet sedemikian rupa agar menarik peserta sebanyak-banyaknya. “Cukup Nurdin, istirahatlah! Kamu bukan superman!” (kayak di film ‘habibie ainun’, hehehe…)

Kepala KMM tidak mau ‘bencana’ terjadi di Lembaga Dakwah yang dipimpinnya, ia mencoba mengingatkan staf yang lain agar bahu membahu bekerja sama menyukseskan kegiatan Pelatihan ADK ini. Namun, hati orang siapa yang dapat menjamin. Nurdin tahu itu, ia siap memback up amanah anggotanya yang tidak terlaksana. “kalau bukan kita, siapa lagi?” ungkapnya suatu ketika.

Sebuah pemahaman akan mabda yang melahirkan tindakan ibadah, sebuah aqidah yang mampu menggerakkan seseorang berbuat amal sholeh. Sebuah ikatan yang kuat, yang tak tergoyahkan bahkan berubah hanya karena perasaan emosional semata. Ikatan idrak silah billah yang menancap kuat dalam keyakinan akan pentingnya bersaudara dan berjamaah. Dari situ lahirlah cinta, lahirlah mahabbah karena Allah. Itulah ikhwah fillah…

Inilah mengapa, dengan ikhlas Kepala KMM mencium kening Nurdin, sang Ketua Pelaksana. Sebuah ekspresi kasih sayang kakak kepada adiknya, ekspresi hangat kepala keluarga kepada anggotanya. Cinta tanpa noda, tanpa nafsu syahwat yang hina, tanpa dusta, dan tanpa imbalan serupa. Sebuah ungkapan cinta yang tidak dapat diurai dengan kata-kata.

Dari sini, kita dapat memetik pelajaran, bahwa ruh jama’iy senantiasa mengiringi sebuah jamaah yang didalamnya terdapat orang-orang yang ikhlas karena Allah SWT, berjuang dan berkorban bukan untuk kepentingan duniawi semata, tapi berjuang dan berkorban untuk ridho ilahi, bergaul, berkeluarga, cinta, dan benci karena Allah ta’ala…

Saudaraku… Sertakanku dalam setiap doamu, Semoga Allah melanggengkan persaudaraan kita, sampai akhir hayat, sampai maut memisahkan, bahkan sampai kita dipertemukan di surga Nya. Amin…

Syaroful Anam

ADK KMM

Gambar

Reportase acara ADK

Pelatihan Aktivis Dakwah Kampus merupakan kegiatan rutin KMM tahunan yang dilaksanakan dengan tujuan melatih kader KMM agar memiliki kemampuan yang mumpuni dalam bidang dakwah dan pengenalan peran-peran dakwah dalam pembangunan integritas mahasiswa muslim STKS Bandung,serta memberikan pelatihan dakwah melalui retorika dan penulisan sebagai bekal dalam langkah dakwah.

Pelatihan ini dilaksanakan di Sekolah Alam Dago pada Hari dan tanggal : sabtu minggu 13-14 april 2013 M.

Bertemakan Aku Pasti Bisa KMM memiliki tujuan untuk memberikan pelatihan kepada kader-kader KMM dalam bidang dakwah yang nantinya akan menjadi tugas dari setiap kader untuk menularkan semangat Dakwah serta menyebarkan ajaran-ajaran Islam secara sederhana namun memberikan kesan yang mendalam.”Aku Pasti Bisa” sendiri sebuah jargon yang kami usung,sesuai dengan jargon tersebut kami yakin bahwa kami pasti bisa dalam menghidupkan nilai-nilai islam di kehidupan mahasiswa STKS Bandung yang pada akhirnya akan mewarnai dunia dengan nilai-nilai islam yang utuh.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari  ikhwan dan akhwat dari 4 angkatan.

Sesi pertama , acara sambutan serta materi oleh Pemateri pak Aep Rusmana selaku pembina KMM STKS Bandung dengan tema” Dakwah ala Rosul”. respon peserta antusias dalam pemaparan materi-materi yang di bawakan,bungkusan dakwah Rosul yang dikaitkan dengan ilmu-ilmu pekerja sosial membuat peserta lebih mudah dalam memahami ranah dakwah sebagai pekerja sosial.sub-sub materi sendiri terdiri dari:

  1. Periode dakwah Rosul
  2. Substansi dakwah
  3. Kode etik dakwah
  4. Strategi melakukan dakwah

Sesi kedua , acara pemberian sambutan oleh kepala KMM dan Kader-kader lainnya,pengakraban dengan kepala KMM serta kader lainnya menjadi sangat berkesan ketika diadakan diskusi tentang komitmen kita dalam berdakwah di kampus maupun luar kampus,acara yang hangat namun tidak menghilangkan nilai-nilai islam yang terkandung dalam diskusi.Acara yang santai namun memberikan hentakan semangat dalam langkah dakwah,tidak hanya peserta namun panitia pun antusias dengan diskusi bertemakan “komitmen dakwah” .saling memberikan semangat melalui penularan sisi positif dari setiap kader.

Sesi ketiga , di sesi ketiga ini peserta kembali dihadirkan materi dalam memperdalam kemampuan dalam penyampaian dakwah.Materi dengan tema “Retorika” yang di bawakan oleh  Pemateri Ust Lutfi Affandi. Peserta di ajarkan beberapa bentuk-bentuk retorika dalam berdakwah,sehingga dakwah kita mampu mengguncang hati para pendengarnya dan memberi kesan menderu.Ust Lutfi juga memberikan beberapa contoh retorika yang dibawakan oleh Presiden Soekarno dan yang lainnya.Melalui visualisasi peserta dapat mengetahui bagaimana bentuk yang dimaksud sebagai retorika dalam berdakwah.Dan yang lebih menariknya lagi peserta ditunjuk untuk melakukan retorika dalam berdakwah.sebagai bentuk praktek kader dakwah dalam pembawaan retorika.

Sesi keempat , acara terakhir kali ini di isi dengan materi bertemakan kepenulisan yang diisi oleh Pemateri Jauhar Al-Zanki, Beliau yang juga alumni STKS dan aktifis dakwah ini memaparkan kiat-kiat jitu dalam berdakwah melalui pena.Beliau sendiri sudah menghasilkan beberapa tulisan baik di media cetak maupun dalam bentuk buku.Kiat-kiat yang beliau tularkan membuat dakwah tidak terasa monoton pada satu titik namun dapat terus berdampingan dengan media-media yang ada.

Acara diharapkan dapat memberikan bekal awal bagi kader-kader KMM dalam melakukan perjalanan dakwah di STKS Bandung,dan juga sebagai bentuk peningkatan ukhuwah dengan kader-kader yang terlebih dahulu melangkah menyiarkan Nilai-nilai islam.Dan pada akhirnya tujuan kami adalah menguatkan dan mengembangkan integritas diri terhadap dakwah sehingga dapat diterapkan dalam Lini-lini kegiatan di STKS maupun  KMM.

 oleh : Keluarga Mahasiswa Musilim STKS Bandung :

KMM says “NO” to RUU Ormas

RUU Ormas kian mendekati pengesahannya. Seharusnya hari ini (09/04/13) merupakan keputusan akhir dari tim legislasi untuk pengesahan RUU Ormas ini. Namun DPR merubah jadwal menjadi 12 April 2013. Walaupun demikian, penolakan terhadap keberadaan RUU Ormas tidak henti-hentinya datang dari berbagai ormas di Indonesia sejak beberapa minggu kebelakang, seperti Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammadiyah, PUI, Perindo dan sebagainya.

Bahkan Aliansi Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Bandung Raya di Gedung Sate, kota Bandung pada hari jumat (05/04/13) lalu menggelar aksi guna menyuarakan penolakan terhadap RUU Ormas.

Penolakan terhadap RUU Ormas juga dilakukan oleh BKLDK (Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus). BKLDK merupakan salah satu lembaga koordinasi yang menaungi seluruh LDK (Lembaga Dakwah Kampus) di Indonesia. Aksi penolakan dilakukan dengan memberikan edukasi kepada mahasiswa yang ada di kampus-kampus kota Bandung. Hal ini mengingat bahwa mahasiswa sebagai garda terdepan untuk dapat bertindak kritis setiap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Aksi ini melibatkan LDK-LDK yang tersebar di Kota Bandung.

LDK KMM STKS Bandung merupakan bagian dari BKLDK Bandung Raya. Bahkan pada tahun ini, LDK KMM mendapatkan kehormatan menjadi koordinator daerah Bandung Raya. Sebagai bagian dari BKLDK, LDK KMM STKS pun menyatakan hal serupa yakni menolak keberadaan RUU Ormas. Keberadaan RUU Ormas ini apabila disahkan dinilai akan sangat membahayakan bagi kaum muslim.

DSCN1469

Beberapa bahaya dari RUU Ormas ini adalah pemaksaan asas tunggal Pancasila (Pasal 2 RUU Ormas) dan potensi untuk membungkam sikap kritis Ormas (Pasal 7 RUU Ormas) yang selama ini aktif dalam mengkritik pemerintah. Dengan lahirnya undang-undang ini akan membungkam sikap kritis umat khususnya Ormas terhadap kezhaliman pemerintah dalam mengambil kebijakan berkaitan dengan urusan rakyat. Lebih jauh lagi akan mengembalikan kembali represi ala orde baru, yakni melahirkan sikap represif pemerintah terhadap rakyat. Bahaya lainnya, nasib semua ormas ada di tangan pemerintah (Pasal 58, Pasal 61, dan Pasal 62 RUU Ormas). Artinya pemerintah menjadi pengontrol penuh atas ormas-ormas yang ada di negeri ini. Dipastikan hal ini akan menjadi alat politik pemerintah untuk mengontrol penuh terhadap ormas yang tidak selaras dan menjadi penghalang bagi kehendak pemerintah.

Bentuk penolakan LDK KMM STKS dilakukan melalui aksi yakni “silent action”. Aksi penolakan ini dilakukan melalui penyebaran lembar pernyataan sikap BKLDK terhadap RUU Ormas.  Aksi ini dilakukan pada hari selasa (09/04/13) pukul 09.00 WIB merupakan bentuk kontribusi nyata dari LDK KMM untuk terus mendakwahkan Islam ke tengah-tengah mahasiswa STKS.

Beberapa pengurus LDK KMM membagikan pernyataan sikap BKLDK di beberapa titik keramaian yang ada di STKS seperti depan Masjid Al Ihsan STKS, kedua gerbang STKS, dan foodcourt. Beberapa mahasiswa begitu antusias menerima selembaran (Pernyataan Sikap BKLDK). Tidak hanya mahasiswa bahkan dari pihak lembaga STKS pun memberikan respon yang baik atas usaha yang dilakukan oleh LDK KMM Bandung.

 DSCN1479

Pernyataan sikap BKLDK terhadap RUU Ormas :

1.   Menolak RUU Ormas untuk dibahas dan disahkan oleh dewan perwakilan rakyat. Karena keberadaan RUU ini tidak lebih melahirkan pemerintahan anti kritik serta lahirnya kekuasaan yang represif dan diktator.

2.   Kepada seluruh elemen mahasiswa untuk tetap melakukan bentuk pengawasan, pengontrolan dan melakukan pengajaran politik kepada lingkungan kampus dan masyarakat tentang kedewasaan dan kematangan berpikir. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang bersifat menindas, sewenang-sewenang dan dzhalim harus terus dikritisi, dan mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjadi agen perubahan.

3.   Menyerukan kepada seluruh ummat, untuk berjuang dan menegakkan islam sebagai jalan dan solusi utama permasalahan bangsa. Maka tidak bisa tidak perjuangan penegakan syariah dan khilafah adalah satu paket yang harus diusung bersama demi menghadirkan kehidupan dunia yang penuh keberkahan dan keadilan. Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal mawla wa ni’man nashiir.

KAJIAN MUSLIMAH (26 Maret 2013)

Hari/tanggal  : Selasa, 26 Maret 2013

Waktu           : 16.15-18.00

Tempat         : Tempat Penitipan Anak STKS Bandung

Tema            : Cermin Shahabiyah

Pemateri       : Teh Gemah Arfiyah

 

Resume

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (Muhammad : 7)

Ayat di atas merupakan salah satu ayat yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan kepada kita semua untuk berdakwah di jalan-Nya, menolong agama Allah, agama yang dirahmati oleh-Nya. Kita dalam arti tidak hanya laki-laki melainkan perempuan. Ketika seorang hamba berdakwah, semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah, maka tidak ada yang membuatnya memiliki alasan ketika dihadapkan pada satu atau bahkan lebih hambatan. Untuk lebih memantapkan kita (perempuan), maka kisah para shahabiyah dapat dijadikan motivasi agar ghiroh kita tidak pernah padam, sekalipun dihadapkan pada hal-hal yang mengusik dakwah kita. Jika kalian mengetahui, bahwa para shahabiyah itu……

  1. 1.   SANGAT BERSEMANGAT DALAM MENGKAJI ISLAM

“Kami telah dikalahkan oleh kaum pria. Oleh karena itu, hendaklah engkau menyediakan waktu khusus bagi kami satu hari saja” ( Ummu Athiyah)

Waktu khusus adalah waktu yang diminta oleh Ummu Athiyah dan para shahabiyah yang lain untuk mengkaji Islam bersama Rasulullah SAW. Ini berarti, para shahabiyah benar-benar memiliki ghiroh  yang luar biasa besar karena sekalipun sudah menda-patkan ilmu ditiap harinya, mereka tetap meminta Rasulullah SAW untuk meluangkan waktunya kepada mereka agar mereka lebih puas dalam menimba ilmu terkait Islam.

  1. 2.   SANGAT BERSEMANGAT MENGAMALKAN ISLAM

 “Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan,

sedang dia itu mukmin, maka mereka itu akan masuk surga dan mereka tidak dizhalimi

sedikit pun” (An-Nisa’ : 124)

  1. 3.   SANGAT BERSEMANGAT MENDAKWAHKAN DAN MENJAGA ISLAM

Ketika para shahabiyah berhijrah untuk mendakwahkan Islam, tidak sedikit tantangan yang dihadapi, tetapi mereka tetap kuat, tidak mengeluh dan menyesal menjalaninya. Hijrah yang dilakukan oleh para shahabiyah yaitu ke habsyah dan madinah. Dalam perjalanan, banyak yang meninggal dan kehausan karena melewati padang pasir yang gersang. Ketika hijrah ke Habsyah..

  1. Khuzaimah dan Fathimah binti Shafwan meninggal di Habsyah
  2. Raithah bersama ke 2 putrinya meninggal karena kehausan di tengah perjalanan
  3. Para shahabiyah menanggung perjalanan berat dan melelahkan
  4. Para shahabiyah meinggalkan semaun yang disenangi jiwa (keluarga, harta, tempat tinggal, dan lain-lain)

Ketika hijrah ke madinah…

  1. Habrar bin al aswad,  kafir Quraisy, melepaskan anak panahnya ke arah Zainab binti Rasulullah yang tengah berkuda keluar dari kota Makkah, Zainab pun tersungkur, bayi yang di kandungnya gugur
  2. Ummu Salamah dipisahkan dengan suami tercinta dan anaknya. Merentanglah jarak antara makkah-madinah dan waktu 12 bulan
  3. Ummu Aiman melangkahkah kakinya setapak demi setapak meraskan panasnya padang pasir tanpa memiliki  bekal apapun
  4. Raqiqah binti Abi Shaify mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan informasi yang dapat menjaga keselamatan Rasulullah SAW
  5. Asma binti Abu Bakr menyiapkan perbekalan untuk Rasulullah SAW dan ayahanda Abu Bakr dan mengirimkannya ke Jabal Tsur dalam keadaan hamil tua

Ini dilakukan :

DEMI MEMENTINGKAN AQIDAH, KERIDHOAN DAN PAHALA DARI ALLAH SWT !!!!

  1. 4.   SANGAT BERSEMANGAT MEMBERI DUKUNGAN KEPADA  PARA PEJUANG ISLAM

Dalam hadis shohih dari Nabi SAW, dari Ruba’i binti Muawwidz r.a, beliau berkata, “Kami berperang bersama Nabi SAW, kami memberi minum para prajurit dan membantu mereka, mengembalikan yang terluka dan terbunuh ke Madinah” (HR. Bukhori)

Sungguh tak dapat dipungkiri, keberanian seorang mujahid di lapangan maka ada seorang perempuan “di belakangnya”. Jika ada seorang mujahid yang gagah berani, maka lihatlah siapa ibunya, atau lihatlah siapa istrinya, sungguh akan kita temui muslimah-muslimah yang tangguh di dalamnya. Bagaimana seorang Khadijah binti Khuwailidy r.a senantiasa memotivasi Rasulullah SAW dalam mendakwahkan dan menyebarkan Islam. Ketabahan beliau dalam mendampingi Rssulullah SAW di jalan tauhid wal jihad, baik dalam keadaan susah maupun senang, dalam keadaan sempit maupun lapang, adalah teladan yang sangat mengagumkan. Beliau dengan mantap menghibur Rasulullah dengan perkataan yang akan terus dikenang sejarah, yaitu “Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan Anda selamanya. Sesungguhnya Anda menyam-bung hubungan kerabat, jujur dalam berbicara, menanggung letih dan menolong yang tertimpa musibah”.

Bukti dukungan seorang muslimah dalam perjuangan dakwah untuk menegakkan kalimat Allah SAW, ialah :

  1. Menyiapkan bekal bagi para Mujahidin
  2. Mempertahankan sisi belakang pasukan muslimin
  3. Mengikuti perkembangan dan keadaan para mujahiddin
  4. Mengobati orang-orang yang terluka

Oleh karena itu, ini bahan renungan untuk kita semua..

  1. Seberapa habis tenaga kita keluarkan untuk dakwah ?
  2. Seberapa sering airmata kita menetes  di jalan dakwah ?
  3. Seberapa lelah kaki kita melangkah untuk berdakwah ?
  4. Seberapa banyak waktu yang kita luangkan untuk perjuangan dakwah mengembalikan kehidupan seperti yang Rasulullah SAW dan para sahabatnya perjuangkan ?
  5. Apakah kita Ummu Salamahkah? Aisyah kah? Khadijah kah ? Asma binti Umais kah ? Pejuang kah ????
  6. Sudahkah kita mendakwahi  sekeliling kita? Orang tua kita? Teman kita?
  7. SIAPAKAH KITA ????
  8. Adakah doa-doa kita untuk para pejuang Islam di manapun mereka?
  9. Adakah kita menangis, memohon ampun saat ada amanah dakwah yang terlewat, saat ada kekhilafan saat menanggung dan mengharmonikan peran sebagai anak, kakak,adik, sahabat, ibu dan anggota masyarakat??

 

RENUNGKANLAH WAHAI SAHABATKU…

 

Kajian Muslimah (02 April 2013)

Hari/tanggal  : Selasa, 02 April 2013

Waktu           : 16.15-18.00

Tempat         : Tempat Penitipan Anak STKS Bandung

Tema            : “Proud To Be Me Proud To Be A Muslim”

Pemateri       : Teh Gemah Arfiyah

 

Resume

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, kedua orang tuanya lah yang menjadikan yahudi, nasrani atau majusi” (HR. Bukhori Muslim)

Hadits tersebut menyampaikan bahwa fitrah setiap manusia yang terlahir ke bumi Allah ini adalah menjadi seorang muslim. Akan tetapi, setiap manusia yang satu berbeda keyakinan dengan yang lain karena pilihan atau keyakinan yang dianut oleh orang tua. Oleh karena itu, pertanyaan “mengapa aku islam?” perlu dipertanyakan bagi siapa yang menganut agama Allah, agama yang diridhoi oleh Allah, mengapa mereka menjadi muslim. Apakah memang sudah tahu bahwa Islam adalah agama yang dirahmati Allah atau sekedar mengikuti orang tua saja? Ini jawabannya..

Kita harus tahu terlebih dahulu, “dari mana kita berasal? Untuk apa kita ada di dunia? Dan ke mana kita akan bermuara?”

Jawabannya, sebelum kita terlahir di dunia Allah SWT menciptakan kita dengan segala aturan (syariah) untuk menjalani segala aktivitas di dunia. Kemudian, setelah kita mejalankan amal pada hidup kita di dunia untuk memperoleh hasil apakah neraka atau surga tempat kita bermuara sejatinya, kita kembali dalam penghisaban di akhirat. Kita dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita lakukan.

Ketika kita sudah mampu menjawab 3 pertanyaan di atas, itu adalah indikator bahwa seseorang memiliki iman di hatinya. Keimanan adalah pemikiran menyeluruh mengenai alam, manusia, kehidupan, dan hubungan ketiganya dengan kehidupan sebelum dan sesudahnya. Selain itu, seorang yang beriman adalah orang yang wajib beriman pula kepada syariah Islam secara total karena penolakan seseorang terhadap aturan Allah secara keseluruhan atau hukum-hukum qath’i secara rinci, dapat menyebabkan kekafiran.

Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah, “mengapa manusia membutuhkan syariat Allah?” mari diperinci..

Syariah, secara literal adalah Mawrid al-Ma’  berarti sumber mata air. Sedangkan secara terminologis, syariah adalah sistem yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah, dirinya dan sesama-nya (Mahmud Syaltut, al-Islam Aqidatan wa Syari’atan).

 

Ada Apa di Balik Penerapan Syariah Islam?

  1. Menjaga agama, seperti hukuman bunuh bagi orang murtad
  2. Menjaga keturunan, seperti hukum wajibnya memenuhi kebu-tuhan seksual melalui pernikahan, bukan perzinaan
  3. Menjaga kehormatan, seperti diharamkannya qadzaf
  4. Menjaga akal, seperti diharamkannya minuman keras, narko-ba, dan sejenisnya.
  5. Menjaga harta, seperti diharamkannya pencurian, dan dipo-tongnya tangan pencuri.
  6. Menjaga jiwa, seperti diharamkannya membunuh orang yang haram darahnya, dan sanksi qishash bagi pelakunya.
  7. Menjaga negara, seperti diharamkannya sparatisme, dan diperanginya kaum separatis

 

Jadi, mengapa kita harus menjalankan dan menegakkan syariah ?

  1. Karena manusia diciptakan oleh Allah (makhluk)
  2. Karena manusia akan mati dan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat (Hisab)
  3. Maka, syariat Allah bagi manusia di dunia merupakan penjelas dan penghubung antara apa yang akan dipertanggungjawabkan dan bagaimana konsekuensi pertang-gungjawaban? diterima atau ditolak oleh Allah.

Jangan Menunggu Batu Teguran dari Allah SWT

Kultum Ba’da Dluhur

Pada : Senin, 8 April 2013
Oleh : Pak Dayat Sutisna

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.{QS Ibrahim:7}

Saudaraku, marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Alhamdulillah sampai pada detik ini, kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati udara dari Nya, dapat melihat indahnya dunia, jantung masih dapat berdetak, darah masih dapat mengalir dengan normal, tangan dan kaki masih dapat digerakkan dengan baik, dan nyawa ini masih mendapat jatah untuk hidup sampai detik ini.

Pernahkah diantara kita yang dapat menghitung nikmat yang Allah berikan kepada kita, sampai hari ini? Tidak akan bisa, dan tidak akan pernah bisa kita menghitung nikmat yang Allah berikan kepada kita hari ini pun.

Lantas apa kita layak menyombongkan diri melupakan nikmat Allah SWT kepada kita, betapa lemahnya kita dihadapannya, tatkala penyakit menyerang tubuh kita, betapa hinanya kita manakala sedikit saja aib kita terbuka oleh massa.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Ada sebuah kisah yang mudah-mudahan dapat mengingatkan kita akan pentingnya mensyukuri nikmat.

Alkisah ada seorang pekerja bangunan yang hendak mendaki ke puncak bangunan agar dapat melihat pemandangan disekitar. Sesampainya diatas, ia lupa ada sesuatu yang tertinggal di bawah, lalu ia memandang ke bawah ada seorang temannya sedang berdiri di lantai paling bawah. Pekerja bangunan itu berniat meminta tolong temannya untuk mengambil barang yang ia maksud.

Pekerja bangunan mencoba untuk memanggil temannya dengan suara yang keras, namun berkali-kali ia lakukan sang teman tidak juga mendengar karena suara bising alat-alat berat disekitar bangunan. Kemudian, ia mencoba melempar uang koin disakunya ke bawah dengan maksud agar temannya menengok ke atas. Awalnya, ia lempar uang koin tersebut dan jatuh tepat di depan temannya, namun apa yang terjadi? Temannya justru mengambil uang koin dan memasukkannya ke saku tanpa melihat keatas seperti yang ia harapkan.

Kedua kali ia mencoba melempar koin dan tepat jatuh di depan temannya, namun yang terjadi adalah hal yang sama. Sang teman hanya mengambil koin tanpa menengok keatas seperti harapannya.

Akhirnya ia mempunyai ide untuk melempar sebongkah batu bata yang tidak begitu besar ke bawah dengan maksud yang sama agar sang teman mau menengok keatas dan ia bisa menyampaikan pesannya. Sekali ia mencoba melempar potongan batu kebawah dan jatuh tepat diatas kepala sang teman, sontak temannya terperanjat dan langsung menengok keatas mencari apa yang barusan menimpanya. Alhasil pekerja bangunan tersebut dapat menyampaikan pesannya kepada teman dibawahnya.

Nah saudaraku, terkadang kita lupa akan nikmat yang Allah berikan kepada kita, ketika uang gaji sudah diterima, uang tunjangan remunerasi, sertifikasi, dan sebagainya begitu melimpah kita terima. Betapa Allah SWT memberikan kita berbagai rezeki yang begitu banyak. Namun yang terjadi adalah kita terkadang lupa untuk bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Terkadang kita lupa untuk mambayar zakat mal, berinfaq, shadaqah. Terkadang kita lupa untuk membayarkannya, jangankan zakat yang wajib, utang pun kadang kita lupa untuk membayarkannya.

Apakah kita menunggu teguran dari Allah SWT layaknya batu yang diturunkan dari atas? Apakah kita akan bersyukur manakala kesempitan melanda hidup kita? Sampai kapan kita akan bersyukur?

Kesehatan memang mahal, namun apakah kita sering mensyukuri nikmat tersebut ketika kondisi sehat? Atau justru kita baru tersadar manakala tubuh sedang sakit?

Saudaraku, bersyukurlah atas apa yang Allah berikan kepada kita, disaat waktu lapang sebelum sempit. Ketika kondisi uang berlimpah sebelum uang menipis. Ketika tubuh sehat sebelum sakit. Allah Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.

Wallahu a’lam bishshowwab…